Puisi: “Raja Ampat Menangis”
“Raja Ampat Menangis”
Di ujung timur negeri pertiwi,
ada surga yang dititipkan bumi.
Raja Ampat, mutiara laut biru,
tempat karang dan ikan menari malu.
Burung cendrawasih melukis pagi,
hutan lebat bisikkan janji.
Anak-anak bermain di dermaga,
tak tahu tanahnya mulai dijual diam-diam juga.
Kini suara mesin menggerus sunyi,
tanah digali, laut memerah sendiri.
Hutan runtuh tanpa permisi,
ikan-ikan mengungsi, terumbu pun sepi.
Wahai engkau yang duduk di atas kursi,
dengar jerit warga, tangis bumi.
Kami tak butuh tambang dan janji palsu,
kami butuh laut—hidup, utuh, dan bersatu.
Jika surga ini hilang karena rakus,
apa lagi yang akan diwariskan manusia di masa sus?
Raja Ampat tak butuh diselamatkan nanti—
ia butuh dibela, sekarang... oleh hati nurani.


Komentar
Posting Komentar