Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Laut Tak Lagi Biru: Nelayan Raja Ampat Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Di balik keindahan Raja Ampat yang dikenal dunia, kehidupan nelayan lokal kini berada di ujung tanduk. Banyak dari mereka yang kehilangan jalur melaut karena kerusakan ekosistem laut yang makin parah akibat aktivitas tambang nikel. Lumpur dan limbah tambang yang mengalir dari daratan ke laut membuat air menjadi keruh, menyebabkan ikan-ikan menjauh dan terumbu karang mati perlahan. Seorang nelayan dari Kampung Warsambin, dalam wawancara oleh BBC Indonesia (2023) , mengatakan bahwa ia harus menempuh jarak lebih jauh untuk menangkap ikan karena area tangkapan tradisional sudah tidak produktif lagi. “Biasanya saya cukup melaut di sekitar kampung. Sekarang harus sampai ke pulau seberang dan tetap belum tentu dapat ikan,” ujarnya. Situasi ini memperburuk ekonomi lokal. Anak-anak nelayan yang biasanya bisa membantu orang tuanya mulai putus sekolah karena penghasilan keluarga menurun drastis. Bahkan menurut laporan The Conversation (2022) , masyarakat adat yang bergantung pada laut tidak han...

Postingan Terbaru

Puisi: “Raja Ampat Menangis”

Suara Warga: Kami Tidak Butuh Tambang, Kami Butuh Laut yang Hidup

Ancaman Tambang Nikel: Menyusup Diam-diam ke Pintu Surga

Ancaman Nyata: Bagaimana Pariwisata Merusak Alam Raja Ampat?